Tenaga uap, pabrik, batu bara, besi, tekstil, kereta api, kota, tenaga kerja, dan perubahan global
Revolusi Industri
Revolusi Industri adalah peralihan panjang dari perekonomian yang berpusat pada pertanian dan produksi tangan menuju manufaktur mesin, energi bahan bakar fosil, pabrik, dan kota industri. Hal ini dimulai di Inggris pada abad kedelapan belas, menyebar secara tidak merata ke seluruh dunia, dan membentuk kembali pekerjaan, kekayaan, transportasi, kehidupan keluarga, kerajaan, dan lingkungan.
Apa itu?
Revolusi Industri bukanlah suatu penemuan tunggal atau peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba. Ini adalah transformasi luas dalam cara manusia memproduksi barang, menggerakkan mesin, mengatur tenaga kerja, memindahkan material, dan menghubungkan pasar. Perkakas tangan dan bengkel rumah tidak hilang, namun pabrik, mesin, tambang, penggilingan, dan jaringan transportasi menjadi jauh lebih penting.
Mengapa Inggris berubah terlebih dahulu
Inggris memiliki kombinasi yang berguna antara batu bara, besi, air yang dapat dilayari, pelabuhan, modal, jaringan komersial, pengrajin terampil, dan meningkatnya permintaan akan tekstil dan barang-barang lainnya. Perubahan pertanian juga membantu memberi makan lebih banyak penduduk sekaligus mendorong banyak pekerja pedesaan beralih ke pekerja upahan. Tidak ada penyebab tunggal yang bisa menjelaskan industrialisasi dengan sendirinya.
Mesin dan tenaga
Mesin tekstil meningkatkan hasil pemintalan dan penenunan, sementara peningkatan mesin uap menggerakkan tambang, pabrik, pabrik, dan transportasi. Uap tidak menggantikan tenaga air dalam semalam, namun hal ini membuat ketergantungan pabrik pada lokasi sungai berkurang. Batubara menjadi sentral karena menjadi bahan bakar mesin, pembuatan besi, pemanas, dan transportasi.
Pabrik dan tenaga kerja
Sistem pabrik mengumpulkan pekerja, mesin, disiplin, dan pengawasan di satu tempat. Hal ini dapat meningkatkan output dan menurunkan biaya, namun juga mengakibatkan jam kerja yang panjang, tempat kerja yang berbahaya, pekerja anak, upah yang rendah, dan ketepatan waktu yang ketat. Para pekerja meresponsnya melalui protes, gotong royong, serikat pekerja, kampanye reformasi, dan gerakan politik baru.
Kota dan transportasi
Industrialisasi mempercepat pertumbuhan perkotaan. Kota-kota di dekat pertambangan, pelabuhan, kanal, rel kereta api, dan pabrik berkembang pesat, seringkali lebih cepat dibandingkan dengan perumahan, sanitasi, dan kesehatan masyarakat. Kanal, perbaikan jalan, kapal uap, dan kereta api menurunkan biaya transportasi dan menghubungkan bahan mentah, pabrik, pekerja, dan konsumen.
Koneksi global
Pertumbuhan industri bergantung pada perdagangan global dan penemuan lokal. Kapas, gula, logam, keuangan, perkapalan, dan jaringan kekaisaran menghubungkan pabrik dengan perkebunan, koloni, pelabuhan, dan konsumen yang terletak jauh. Industrialisasi menyebar secara tidak merata, menciptakan pusat-pusat kekuasaan baru dan memperdalam beberapa bentuk kesenjangan dan ketergantungan.
Mengapa itu penting
Revolusi Industri penting karena membantu menciptakan dunia modern dengan produksi massal, tenaga kerja upahan, transportasi cepat, barang konsumsi, kehidupan perkotaan, sistem energi, dan pertumbuhan ekonomi. Hal ini juga meninggalkan permasalahan yang sulit: polusi, eksploitasi tempat kerja, ekstraksi kolonial, perubahan iklim, dan perdebatan mengenai siapa yang mendapat manfaat dari perubahan teknologi.
Bagaimana para sejarawan memperdebatkannya
Para sejarawan memperdebatkan mengapa industrialisasi dimulai, seberapa besar penghargaan yang harus diberikan kepada penemuan versus institusi dan kerajaan, dan apakah standar hidup meningkat dengan cepat atau hanya setelah masa-masa sulit selama beberapa dekade. Mereka juga mempelajari industrialisasi sebagai sebuah proses global, bukan sekadar kisah sukses Inggris.