Alam semesta di luar Bumi

Ruang angkasa

Luar angkasa adalah arena fisik yang luas di luar atmosfer bumi, penuh dengan planet, bintang, galaksi, radiasi, debu, materi gelap, dan pertanyaan-pertanyaan mulai dari eksplorasi manusia hingga asal usul kosmik.

Bintang terdekat
Matahari
Sistem lokal
Tata surya
Skala terbesar
Alam semesta yang dapat diamati

Isi ruang apa

Ruang tidak sekadar kosong. Ini berisi planet, bulan, asteroid, komet, bintang, awan gas, galaksi, sinar kosmik, medan magnet, dan radiasi latar yang redup. Bahkan ruang hampa mempunyai sifat yang dapat diukur dalam fisika modern. Pada skala manusia, bumi tampak sunyi dan kosong, namun pada skala kosmik, bumi tersusun oleh gravitasi, radiasi, gerak, dan waktu.

Tata Surya

Bumi termasuk dalam Tata Surya, sebuah keluarga dunia yang terikat pada Matahari karena gravitasi. Ini mencakup delapan planet, planet katai, bulan, asteroid, komet, debu, dan partikel bermuatan yang mengalir dari Matahari. Tata Surya bagian dalam berbatu-batu, Tata Surya bagian luar terdiri dari planet-planet raksasa, dan ujung terjauhnya berisi benda-benda es yang menyimpan petunjuk tentang pembentukan awal planet.

Bintang dan galaksi

Bintang adalah bola plasma raksasa yang ditenagai oleh fusi nuklir. Mereka terbentuk di awan gas dan debu, hidup selama jutaan hingga triliunan tahun tergantung massanya, dan berakhir sebagai katai putih, bintang neutron, atau lubang hitam. Galaksi adalah sistem bintang, gas, debu, materi gelap, dan lubang hitam pusat yang sangat luas. Bima Sakti hanyalah salah satu galaksi di antara banyaknya galaksi di alam semesta yang dapat diamati.

Bagaimana kita mempelajarinya

Astronomi mengamati cahaya dan sinyal lain dari objek yang jauh. Pesawat luar angkasa mengunjungi dunia terdekat secara langsung. Teleskop mengukur cahaya tampak, gelombang radio, inframerah, ultraviolet, sinar-X, dan sinar gamma. Setiap jenis sinyal mengungkap lapisan alam semesta yang berbeda. Para astronom juga mempelajari gelombang gravitasi, partikel kosmik, meteorit, dan data dari wahana antariksa.

Penerbangan luar angkasa manusia

Penerbangan luar angkasa manusia mengubah ruang angkasa dari alam yang diamati menjadi lingkungan yang harus ditinggali manusia. Astronot membutuhkan alat bantu hidup, pelindung radiasi, tenaga penggerak yang andal, komunikasi, dan perlindungan dari efek gayaberat mikro pada tubuh. Stasiun luar angkasa memungkinkan penelitian jangka panjang, sementara rencana misi ke bulan dan planet menguji batas-batas bidang teknik, kedokteran, dan kerja sama internasional.

Sejarah kosmik

Kosmologi modern menggambarkan alam semesta yang dimulai dalam keadaan awal yang panas dan padat serta berkembang selama miliaran tahun. Latar belakang gelombang mikro kosmik adalah sisa radiasi dari alam semesta muda. Galaksi terbentuk ketika gravitasi memperkuat perbedaan kepadatan kecil. Unsur-unsur berat terbentuk di dalam bintang dan ledakan bintang, sehingga memungkinkan terbentuknya planet dan kehidupan secara kimiawi.

Mengapa itu penting

Ilmu luar angkasa menjelaskan tempat bumi dalam sistem yang lebih besar. Ini meningkatkan navigasi, prakiraan cuaca, komunikasi, ilmu material, dan observasi iklim. Hal ini juga menanyakan beberapa pertanyaan terbesar yang dimiliki manusia: bagaimana alam semesta dimulai, apakah kehidupan ada di tempat lain, dan apa yang mungkin terjadi di masa depan. Mempelajari ruang angkasa juga memberikan pandangan yang lebih luas tentang Bumi sebagai planet yang rapuh.