Pengangguran, partisipasi angkatan kerja, tingkat pengangguran, pekerja yang putus asa, siklus bisnis, ketidaksesuaian keterampilan, upah, inflasi, respons kebijakan, dan keamanan rumah tangga
Pengangguran
Pengangguran mengukur jumlah orang yang tidak mempunyai pekerjaan, bersedia bekerja, dan aktif mencari pekerjaan. Hal ini merupakan sinyal penting mengenai kesehatan pasar tenaga kerja, tekanan ekonomi, dan trade-off yang dihadapi rumah tangga, perusahaan, dan pembuat kebijakan.
Apa yang dimaksud dengan pengangguran
Pengangguran menggambarkan orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan berbayar, namun siap untuk bekerja dan baru saja mencari pekerjaan. Konsep ini lebih sempit daripada sekadar tidak mendapat gaji karena statistik resmi memisahkan antara pekerja, pengangguran, dan orang-orang di luar angkatan kerja.
Bagaimana tarif dihitung
Tingkat pengangguran membagi jumlah pengangguran dengan angkatan kerja, yang mencakup penduduk yang bekerja dan yang menganggur. Seseorang yang sudah pensiun, bersekolah penuh waktu, mengurus keluarga, atau tidak lagi mencari pekerjaan umumnya berada di luar angkatan kerja dan bukannya menganggur.
Mengapa pengangguran naik dan turun
Pengangguran sering kali meningkat ketika permintaan melemah dan perusahaan mengurangi perekrutan atau memberhentikan pekerja. Angka ini bisa turun ketika dunia usaha berkembang, belanja konsumen membaik, atau pekerja menemukan pasangan yang lebih cocok. Demografi, migrasi, pendidikan, dan partisipasi angkatan kerja juga menentukan angka-angka tersebut.
Jenis pengangguran
Para ekonom sering membedakan pengangguran friksional dengan pencarian kerja normal, pengangguran struktural dengan ketidakcocokan keterampilan atau lokasi, dan pengangguran siklis dengan lemahnya permintaan selama krisis ekonomi. Dalam perekonomian riil, penyebab-penyebab ini saling tumpang tindih.
Kekenduran pasar tenaga kerja yang tersembunyi
Angka pengangguran utama tidak mencakup semua bentuk tekanan tenaga kerja. Pengangguran setengah-setengah, kerja paruh waktu yang tidak disengaja, pekerja yang putus asa, pencarian kerja yang lama, upah yang rendah, dan jadwal yang tidak stabil semuanya bisa menjadi masalah meskipun angka resminya tampak moderat.
Respons kebijakan
Pemerintah dan bank sentral memberikan respons melalui sarana seperti asuransi pengangguran, pelatihan kerja, layanan ketenagakerjaan publik, stimulus fiskal, kebijakan suku bunga, dan dukungan bagi masyarakat yang terkena dampak. Setiap alat bekerja melalui saluran dan kerangka waktu yang berbeda.
Mengapa itu penting
Pengangguran berdampak pada pendapatan, kesehatan, keterampilan, daya tawar, anggaran publik, kesenjangan, dan kepercayaan diri. Bagi rumah tangga, hal ini bisa menjadi krisis pribadi; bagi perekonomian, hal ini menandakan kapasitas produktif yang tidak terpakai dan permintaan yang lebih lemah.
Batasan dan trade-off
Tingkat pengangguran tunggal tidak dapat merangkum kualitas pekerjaan, pertumbuhan upah, partisipasi, atau siapa yang tersisih. Pengangguran yang sangat rendah dapat memperkuat daya tawar pekerja, namun pembuat kebijakan juga memperhatikan inflasi, produktivitas, dan kondisi keuangan.