Pengambilan keputusan, bias, heuristik, insentif, dorongan, penolakan terhadap kerugian, teori prospek, pasar, kebijakan, dan perilaku manusia
Ekonomi perilaku
Ilmu ekonomi perilaku mempelajari bagaimana orang-orang di dunia nyata mengambil keputusan ekonomi ketika perhatian, emosi, kebiasaan, konteks sosial, informasi yang terbatas, dan bias kognitif membentuk pilihan. Ini menggabungkan ilmu ekonomi dengan psikologi untuk menjelaskan perilaku yang sering diabaikan oleh model standar.
Apa itu ekonomi perilaku
Ilmu ekonomi perilaku menanyakan bagaimana orang sebenarnya memilih, bukan hanya seberapa sempurna orang yang memiliki informasi dan perhitungan yang sempurna dalam memilih. Ia mempertahankan alat-alat ekonomi, seperti insentif, trade-off, dan pasar, namun menambahkan bukti dari psikologi tentang perhatian, ingatan, emosi, keadilan, kebiasaan, dan pengaruh sosial.
Mengapa model standar memerlukan bantuan
Model ekonomi tradisional sering kali berasumsi bahwa masyarakat membandingkan semua pilihan, memproses informasi secara akurat, dan bertindak secara konsisten demi kepentingan mereka sendiri. Model-model tersebut berguna, namun keputusan-keputusan nyata seringkali menunjukkan pola-pola berulang yang tidak sesuai dengan mereka: orang-orang menunda-nunda, bereaksi berlebihan terhadap kerugian, mengikuti default, memisahkan uang ke dalam kategori-kategori mental, dan peduli terhadap keadilan bahkan ketika hal itu merugikan mereka.
Rasionalitas dan heuristik yang terbatas
Rasionalitas terbatas berarti bahwa orang mengambil keputusan dengan waktu, informasi, dan energi mental yang terbatas. Alih-alih menghitung setiap kemungkinan, mereka menggunakan heuristik, atau jalan pintas mental. Heuristik dapat membantu, namun juga dapat menimbulkan kesalahan yang dapat diprediksi, seperti berpegang pada angka pertama yang terlihat atau menilai risiko dengan contoh yang mudah diingat.
Keengganan terhadap kerugian dan pembingkaian
Temuan utamanya adalah bahwa kerugian sering kali terasa lebih besar daripada keuntungan yang setara. Oleh karena itu, cara penyusunan pilihan dapat mengubah perilaku: diskon mungkin terasa berbeda dengan biaya tambahan, dan pilihan medis mungkin terlihat berbeda jika dijelaskan berdasarkan tingkat kelangsungan hidup, bukan angka kematian. Ilmu ekonomi perilaku mempelajari perubahan ini tanpa berasumsi bahwa manusia itu bodoh.
Dorongan dan arsitektur pilihan
Arsitektur pilihan adalah desain lingkungan di mana orang memilih. Dorongan untuk mengubah lingkungan tersebut sambil tetap memberikan opsi yang tersedia, seperti membuat pendaftaran otomatis namun mengizinkan untuk tidak ikut serta, menempatkan makanan yang lebih sehat setinggi mata, atau menyederhanakan formulir. Dorongan yang baik mengurangi gesekan terhadap pilihan yang sudah dihargai oleh orang-orang; yang buruk bisa menjadi manipulasi.
Pasar, uang, dan kesalahan
Ekonomi perilaku membantu menjelaskan mengapa investor mengejar tren, mengapa konsumen meremehkan langganan, mengapa peminjam berfokus pada pembayaran bulanan dibandingkan total biaya, dan mengapa pekerja mungkin memiliki tabungan yang kurang untuk masa pensiun. Pasar terkadang dapat memperbaiki kesalahan, namun pasar juga dapat memperbesar kesalahan tersebut ketika perusahaan memperoleh keuntungan dari kebingungan, kelambanan, atau terlalu percaya diri.
Batasan dan kritik
Bidang ini tidak membuktikan bahwa manusia selalu bersikap irasional, dan hal ini tidak membuat ilmu ekonomi lama menjadi tidak berguna. Beberapa efek perilaku berukuran kecil, bergantung pada konteks, atau sulit direproduksi di luar lingkungan aslinya. Kritikus juga memperingatkan bahwa pembuat kebijakan dan perusahaan juga memiliki bias, sehingga alat perilaku memerlukan transparansi, pengujian, dan batasan etika.
Mengapa itu penting
Ekonomi perilaku penting karena banyak masalah penting bergantung pada pilihan sehari-hari yang berulang: menabung, minum obat, membaca peringatan, membandingkan harga, memilih, membayar pajak, dan bersiap menghadapi risiko. Dengan merancang sistem berdasarkan perilaku manusia yang nyata, institusi dapat mempermudah tindakan yang bermanfaat tanpa berpura-pura bahwa manusia adalah mesin.