Litosfer, lempeng bergerak, seafloor spreading, subduction, gempa bumi, gunung berapi, bangunan gunung, dan cekungan laut
Plate tectonics
Plate tectonics adalah teori bahwa kulit terluar bumi yang kaku terpecah menjadi lempeng-lempeng bergerak yang batas-batasnya menimbulkan banyak gempa bumi, gunung berapi, barisan pegunungan, parit, mid-ocean ridge, dan perubahan jangka panjang pada benua dan cekungan lautan.
Apa yang dimaksud dengan plate tectonics
Plate tectonics adalah teori pemersatu geologi modern. Dikatakan bahwa lithosphere Bumi, terbuat dari crust dan mantle paling atas, terbagi menjadi lempeng-lempeng yang bergerak perlahan di atas asthenosphere yang lebih lemah di bawahnya. Lempeng-lempeng ini membawa benua dan dasar laut bersamanya. Pergerakan mereka menjelaskan mengapa banyak gempa bumi, gunung berapi, pegunungan, palung laut, dan mid-ocean ridge terjadi di jalur sempit yang panjang dan bukannya tersebar secara acak.
Bagaimana lempeng bergerak
Lempeng tektonik hanya bergerak beberapa sentimeter per tahun, setara dengan kecepatan pertumbuhan kuku, namun selama jutaan tahun, gerakan tersebut membentuk kembali planet ini. Kekuatan pendorongnya termasuk tarikan lempengan dari lempeng padat dingin yang tenggelam ke dalam mantle, dorongan punggung bukit dari mid-ocean ridges yang tinggi, dan konveksi mantle yang memindahkan panas dari interior bumi. Keseimbangan yang tepat dari gaya-gaya ini bervariasi menurut lempeng dan masih menjadi pertanyaan penelitian aktif.
Batasan yang berbeda
Pada divergent boundary, lempeng-lempeng bergerak menjauh. Materi mantle panas naik, meleleh sebagian, dan menciptakan crust baru. Di lautan, proses ini membentuk mid-ocean ridges dan mendorong seafloor spreading. Di benua, peregangan dapat membentuk lembah keretakan yang pada akhirnya dapat membuka cekungan samudra baru. Batas-batas yang berbeda menghasilkan banyak gempa bumi kecil hingga sedang dan sejumlah besar batuan vulkanik, sebagian besar tersembunyi di bawah laut.
Batas konvergen dan subduction
Pada convergent boundary, lempeng-lempeng bergerak saling mendekat. Jika salah satu lempeng bersifat samudera dan cukup padat, ia dapat tenggelam di bawah lempeng lainnya dalam subduction. Zona subduksi menciptakan palung laut dalam, gempa bumi dahsyat, busur vulkanik, dan terkadang tsunami. Ketika dua benua bertabrakan, tidak ada yang mudah tenggelam, sehingga crust menebal dan naik menjadi sabuk pegunungan seperti Himalaya.
Ubah batasan
Pada transform boundary, lempeng-lempeng saling bergeser secara horizontal. Kerak bumi tidak terbentuk atau hancur dengan cara yang sama seperti pada batas divergen atau konvergen, namun tekanan dapat terbentuk di sepanjang patahan hingga terjadi gempa bumi. Patahan San Andreas di Kalifornia adalah sistem transformasi yang terkenal dimana Lempeng Pasifik dan Lempeng Amerika Utara bergerak saling berpapasan.
Bukti untuk teori tersebut
Plate tectonics tumbuh dari ide lama seperti continental drift dan seafloor spreading. Buktinya mencakup kecocokan fosil dan lapisan batuan di benua yang terpisah, kesesuaian tepian benua, sabuk gempa bumi dan gunung berapi, garis magnet di dasar laut, usia muda crust samudera dekat mid-ocean ridges, pola aliran panas, dan pengukuran langsung GPS yang menunjukkan pergerakan lempeng saat ini.
Bahaya dan lanskap
Batasan lempeng menciptakan beberapa bahaya dan bentang alam terbesar di bumi. Zona subduksi dapat menimbulkan gempa bumi megathrust dan gunung berapi yang dapat meledak. Sesar transformasi dapat menghasilkan gempa bumi dangkal yang merusak. Batas-batas yang berbeda membentuk dasar laut dan lanskap keretakan yang baru. Seiring berjalannya waktu secara geologis, pergerakan lempeng membuka dan menutup lautan, menyusun dan memecah benua-benua super, serta membantu membentuk iklim, permukaan laut, dan habitat.
Mengapa itu penting
Plate tectonics penting karena menjelaskan cara kerja Bumi sebagai sistem yang terhubung. Ini membantu para ilmuwan memahami bahaya, menemukan sumber daya mineral dan panas bumi, merekonstruksi benua dan lautan kuno, dan membaca sejarah yang tersimpan di bebatuan. Hal ini juga menunjukkan bahwa tanah di bawah kita tidaklah tetap. Bumi adalah planet dinamis yang permukaannya terus didaur ulang, dipecah, diangkat, dan dibangun kembali.